Dewi Rizzky Mutiarasari
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Membawa Bekal Dengan Status Gizi Pada Remaja SMP Muhammadiyah 2 Minggir Irma Yulianti; Dewi Rizzky Mutiarasari; Agung Nugroho; Meiliana Murdayani; Arie Rahmawati Hadiyanti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.526

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi adalah kebiasaan membawa bekal dari rumah yang dapat membantu mengontrol asupan gizi harian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membawa bekal dengan status gizi pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Seluruh siswa kelas VII–IX sebanyak 130 orang dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari Puskesmas Minggir berupa pengukuran antropometri dan data kebiasaan membawa bekal. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki status gizi baik (73,85%) dan 59,23% terbiasa membawa bekal. Namun, hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan membawa bekal dan status gizi (p = 0,955). Analisis lanjutan terhadap status gizi kurang dan lebih juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan: Kebiasaan membawa bekal tidak terbukti memiliki hubungan yang signifikan terhadap status gizi remaja. Diperlukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan kualitas bekal, asupan energi total, dan faktor lain yang memengaruhi status gizi.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Perilaku Jajanan Sehat Dengan Kejadian Obesitas Di SMP Negeri 1 Godean Astri Sri Sulani; Nor Eka Noviani; Dewi Rizzky Mutiarasari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.567

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi obesitas Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 usia remaja 13 – 15 tahun sebesar 4,1%. Kabupaten di Provinsi Yogyakarta prevalensi obesitas yang masih tinggi termasuk Kabupaten Sleman sebesar 4,9% dan mengalami kenaikan sebesar 0,22% pada remaja Tingkat SMP. Remaja yang mengalami perubahan salah satunya perilaku makan seperti kebiasaan konsumsi makanan jajanan tinggi lemak, tinggi kalori dan rendah serat tanpa memperhatikan kandungan gizinya sehingga dapat menyebabkan obesitas. Obesitas merupakan keadaan dimana jumlah lemak dalam tubuh berlebihan. Selain itu pengetahuan anak yang belum cukup dapat menyebabkan pemilihan makanan jajanan tidak sehat sehingga mempengaruhi perilaku memilih jajan yang dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan adalah pengetahuan seperti pengetahuan gizi, kecerdasan, presepsi dan emosi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi dan perilaku jajanan sehat pada remaja obesitas di SMP Negeri 1 Godean. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Variabel independent pengetahuan gizi dan perilaku jajanan sehat, sedangkan variabel dependen obesitas. Sampel penelitian sebanyak 42 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan memilih makan dan kuesioner perilaku memilih makanan serta timbangan berat badan dan stadiometer. Hasil : Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji mann whitney. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pasa siswa/siswi di SMP Negeri 1 Godean tentang perbedaan pengetahuan gizi dan perilaku jajanan sehat pada remaja obesitas didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara perbedaan perilaku jajanan sehat pada remaja obesitas (p=0,0242).
Hubungan Pengetahuan Gizi Dengan Pola Makan Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskemas Pandak II Bantul Melati Abd. Azis; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dewi Rizzky Mutiarasari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.504

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat. Pada 2022, terdapat sekitar 830 juta orang di seluruh dunia yang menderita penyakit diabetes melitus. Di DIY, prevalensi DM pada 2023 mencapai 2,9%, dengan Kabupaten Bantul menempati posisi kedua tertinggi (2,57%). Rendahnya pengetahuan dan pendidikan berkontribusi terhadap pola makan tidak sehat, yang meningkatkan risiko DM tipe 2. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan pola makan pada penderita diabates melitus tipe 2. Metode penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross sectional analitik observasional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien DM yang menjalani rawat jalan. Sampel ditentukan dengan teknik non-probability sampling menggunakan rumus Lemeshow diperoleh 107 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Pengetahuan tentang pola makan DM dan Food Frequency Questionnaire (FFQ menggunakan metode wawancara dan data primer. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher's exact menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 107 responden penderita Diabetes Melitus tipe 2, sebanyak 5,61% memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sementara 12,15% memiliki pengetahuan cukup, dan 82,24% memiliki pengetahuan kurang. Pola makan yang baik ditemukan pada 76,64% responden sedangkan 23,36% memiliki pola makan kurang baik. Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan pola makan penderita Diabates Melitus tipe 2 dengan p-value 0,000 (p <0,05) Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan pola makan pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.
HUBUNGAN ANTARA BODY DISSATISFACTION DENGAN PERILAKU MAKAN PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Anggita Pramestya Adrianto Putri; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dewi Rizzky Mutiarasari
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v5i1.66830

Abstract

Body dissatisfaction disebut juga ketidakpuasan tubuh adalah evaluasi subjek individu yang negatif terhadap bentuk tubuh yang dimiliki seseorang. Individu yang beranggapan bahwa kondisi fisiknya tidak sesuai dengan konsep tubuh ideal seperti putih, tinggi, kurus, ada juga yang beranggapan bahwa tubuh ideal seperti berkulit gelap dan sedikit gemuk maka individu tersebut akan merasa kurang secara fisik. Perubahan perilaku makan dengan mengurangi makan dengan ekstrem, makan terlalu banyak, dan perasaan menderita atau keprihatinan tentang berat badan yang dimiliki merupakan pengaruh dari body dissatisfaction. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara body dissatisfaction dengan perilaku makan pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dan metode pengambilan sampel quota sampling, pengambilan data responden pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dilakukan menggunakan kuesioner Figure Rating Scale dan Eatting Attitude test. Hasil penelitian diperoeh respnden sebanyak 105. Data kemudian dianalisis secara statistik dengan uji chi-square menggunakan STATA 14. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 55% responden mengalami body image negatif atau body dissatisfaction sedangkan 45% lainnya mengalami body image positif, 48% responden mengalami perilaku makan normal dan 58% lainnya mengalami perilaku makan abnormal. Didapatkan OR sebesar 2,5 yang artinya individu yang mengalami body dissatisfaction memiliki peluang 2,5 kali lebih besar mengalami perubahan perilaku makan. Terdapat hubungan antara body dissatisfaction dengan perilaku makan dengan hasil p-value 0,02 (<0,05). Body dissatisfaction berhubungan dengan perilaku makan pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.