Penelitian ini dilaksanakan di PT ABCD, perusahaan manufaktur komponen plastik otomotif, dengan fokus pada pengendalian cacat NG gap pada komponen Cover Engine Under No 1 560 B. Analisis awal terhadap data klaim periode Januari–Maret 2024 menunjukkan PT EFGH sebagai penyumbang klaim terbesar, dengan 72 kasus cacat gap dari total 193 klaim. Permasalahan ini berdampak pada biaya, produktivitas, dan reputasi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab cacat dan implementasi perbaikan menggunakan metode QCC pada komponen Cover Engine Under No 1 560 B. Hasil analisis mengidentifikasi empat faktor utama penyebab cacat yaitu pengaturan torque mesin yang tidak sesuai, tidak adanya prosedur inspeksi pasca perakitan, susunan penyimpanan sementara yang menyebabkan bending, serta ketiadaan sampel pembanding screw OK/NG. Perbaikan dilakukan melalui penyesuaian torque, revisi instruksi kerja, perbaikan tata letak penyimpanan, serta penyediaan sampel pembanding. Implementasi perbaikan menghasilkan penurunan klaim signifikan yaitu pada bulan periode Januari-Maret 2024 (sebelum implementasi QCC) jumlah klaim sebanyak 72 pcs, pada bulan April-Juni 2024 (proses implementasi QCC) jumlah klaim sebanyak 10 pcs dan pada bulan Juli-September 2024 (setelah implementasi QCC) jumlah klaim sebanyak 0 pcs dan peningkatan kualitas produk sesuai standar perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan QCC dapat menjadi rekomendasi yang efektif dalam meminimalkan cacat, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mendukung target zero claim di perusahaan.
Copyrights © 2025