Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi sorotan utama dalam era digital, terutama di kalangan Generasi Z yang memiliki tingkat aktivitas tinggi di media sosial. Perilaku ini mendorong keputusan pembelian impulsif, khususnya untuk produk kecantikan yang dipromosikan oleh influencer. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara FOMO, peran influencer, dan keputusan pembelian menggunakan algoritma Random Forest. Melibatkan 209 responden Generasi Z yang dipilih melalui purposive sampling dengan kuesioner daring. Proses Knowledge Discovery in Database (KDD) dimanfaatkan untuk mengembangkan model prediktif perilaku FOMO. Evaluasi model menggunakan parameter precision, recall, f1-score, confusion matrix, ROC curve, dan Area Under the Curve (AUC). Hasil menunjukkan akurasi model mencapai 83% dengan nilai AUC 0,85, dimana pencarian informasi dari influencer menjadi faktor paling berpengaruh. Temuan ini mengkonfirmasi efektivitas pendekatan machine learning dalam memahami perilaku konsumtif digital pada Generasi Z.
Copyrights © 2025