Krisis pengelolaan sampah di Indonesia, yang ditandai dengan volume timbulan sampah nasional mencapai lebih dari 35 juta ton pada tahun 2024, menuntut adanya reformasi fundamental dalam strategi intervensi komunitas. Pendekatan konvensional yang bersifat top-down dan hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur fisik seringkali gagal menciptakan keberlanjutan karena mengabaikan dimensi nilai dan modal sosial masyarakat. Laporan penelitian ini menyajikan analisis mendalam mengenai implementasi program pengabdian kepada masyarakat di Desa Purwasari, Dramaga, Bogor, yang mengadopsi pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang disinergiskan dengan kerangka teologis Living Qur'an. Melalui inovasi teknologi tepat guna berupa Composting Bag, program ini tidak hanya menawarkan solusi teknis reduksi sampah organik, tetapi juga merevitalisasi peran manusia sebagai Khalifah (pengelola bumi). Penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai agama melalui metode edukasi religius (edureligio) mampu menjadi katalisator perubahan perilaku yang lebih efektif dibandingkan himbauan regulatif semata. Hasil intervensi menunjukkan adanya penurunan volume sampah ke TPA, peningkatan kualitas tanah pertanian warga, serta penguatan kohesi sosial melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi kepemudaan lokal. Laporan ini merekomendasikan model integrasi eko-teologis ini sebagai cetak biru bagi kebijakan pengelolaan lingkungan di wilayah pedesaan berbasis agama.
Copyrights © 2025