Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang menghambat perkembangan psikologis dan peserta sosial didik. Fenomena ini juga terjadi di SMA Swasta Carnegie Medan, meskipun pendidikan agama telah diterapkan, kasus perundungan masih sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Agama Buddha terhadap penurunan kasus bullying serta menelaah peran guru agama dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai Buddhis di kalangan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 51 responden siswa SMA Swasta Carnegie Medan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dan dianalisis menggunakan uji statistik, meliputi uji normalitas, korelasi Pearson, regresi sederhana, serta uji parsial (t) dan simultan (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Buddha berpengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku bullying dengan nilai signifikansi 0,023 (<0,05), yang berarti nilai-nilai seperti welas asih, empati, dan pengendalian diri dapat membantu menekan tindakan agresif di kalangan siswa. Namun peran guru agama belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara langsung (Sig. = 0,235), meskipun memiliki kecenderungan memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa. Secara simultan, Pendidikan Agama Buddha dan peran guru agama terbukti berpengaruh signifikan terhadap penurunan kasus bullying dengan nilai signifikansi 0,041 (<0,05). Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pendidikan agama yang terintegrasi dengan keteladanan guru dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan di sekolah.
Copyrights © 2025