Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan dan persamaan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada jenjang sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 25 responden yang terdiri atas tenaga pengajar (guru dan dosen) serta murid (siswa dan mahasiswa). Data yang diperoleh dianalisis untuk melihat pola pengajaran serta respon murid terhadap proses pembelajaran di masing-masing jenjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di sekolah cenderung menerapkan pembelajaran yang terstruktur dan bertahap, sedangkan dosen di perguruan tinggi menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel dengan mendorong kemandirian dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Selain perbedaan tersebut, ditemukan kesamaan yang kuat dalam penggunaan media pembelajaran visual, seperti PPT dan video, yang digunakan oleh seluruh pengajar sebagai sarana untuk membantu pemahaman materi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan KBM disesuaikan dengan karakteristik murid pada setiap jenjang dan dapat dijadikan bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran
Copyrights © 2025