Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sintesis antara dua filosofi kepemimpinan Jawa, yaitu Astabrata dan Tringa, sebagai dasar pengembangan model kepemimpinan yang kontekstual dan etis dalam menghadapi tantangan organisasi masa kini. Metode yang digunakan adalah gabungan antara Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Data dikumpulkan melalui Google Scholar menggunakan perangkat lunak Publish or Perish, kemudian divisualisasikan menggunakan VOSviewer untuk memetakan hubungan keterkaitan kata kunci dan kolaborasi penulis. Keaslian penelitian terletak pada pendekatannya yang mengintegrasikan dua ajaran lokal yang sebelumnya lebih sering dikaji secara terpisah, serta menawarkan kerangka sintesis konseptual yang disebut “Kepemimpinan Integratif Nusantara”, sebuah model yang berakar pada kearifan budaya lokal namun selaras dengan tuntutan kepemimpinan global. Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam publikasi ilmiah mengenai Astabrata dalam lima tahun terakhir, dengan fokus kajian yang mengerucut pada tema pendidikan, etika, dan pengukuran psikologis. Di sisi lain, Tringa memberikan dimensi praktis dan afektif yang melengkapi sifat kosmologis Astabrata. Kedua ajaran ini, jika digabungkan, membentuk model kepemimpinan holistik yang menyeimbangkan otoritas moral, empati sosial, dan transformasi berbasis tindakan nyata. Sintesis ini menghasilkan model kepemimpinan yang tidak hanya mengakar kuat pada nilai-nilai budaya, tetapi juga adaptif terhadap kompleksitas dan dinamika organisasi modern.
Copyrights © 2025