Pencemaran logam berat dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap lingkungan perairan terutama organisme yang hidup di dalamnya dan manusia yang mengonsumsi organisme tercemar. Logam Cu (Tembaga) merupakan logam esensial yang keberadaanya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan efek racun. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan dan analisis data secara kuantitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk menguraikan konsentrasi Cu (Tembaga) dan memproyeksikan sebaran Cu (Tembaga) pada Sungai Jeneberang. Hasil pengukuran yang memiliki konsentrasi tinggi terjadi pada titik yang letaknya paling dekat dengan muara karena merupakan daerah pertemuan antara sungai dan laut yang dimana hampir semua zat pencemar mengalir pada muara. Sedangkan dari hasil analisis dengan aplikasi MIKE 21 ECOLab memproyeksikan penyebaran Cu (Tembaga) berdasarkan angin, kecepatan arus, debit, kondisi fisik-kimia dan lain-lain.
Copyrights © 2025