Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PKM PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN Yunus, Sattar; Anshar, Muhammad; Muis, Ramdiana; Anggraini, Nani; Ariani, Fitri
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Maret ( Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.063 KB) | DOI: 10.31100/matappa.v3i1.508

Abstract

Pada umumnya pengeringan di lakukan oleh pemilik penggilingan padi dan petani yaitu dengan pemanfaatan energi panas dari sinar matahari, sehingga proses pengeringan akan terganggu jika panen yang bersamaan dengan musim hujan. Oleh sebab itu diperlukan alat pengering yang menjadi solusi. Alat pengering gabah yang dirancang dan dibuat adalah menggunakan sistim Rotary Dryer dimana gabah yang di masukkan ke dalam ruang pengering yang berputar akan teraduk oleh flight sekaligus diantar sampai ke hopper output. Hasil pengujian menunjukkan bahwa  gabah sebanyak 50 kg dengan proses pengeringan pada suhu rata-rata 80  dalam waktu 30 menit dengan berat setelah proses seberat 39 kg. Setelah melalui pengujian di workshop maka selanjutnya alat Pengering tersebut di bawa ke Mitra yaitu komunitas Penggilingan Padi di Kasuarang Kelurahan Allepolea Kecamatan  Lau Kabupaten Maros sekaligus dilakukan pelatihan penggunaan alat tersebut. Para peserta Pelatihan sangat antusias dan begitu tertarik mengikuti Pelatihan karena mereka menyatakan bahwa Limbah sekam mereka yang selama ini tidak dimanfaatkan bahkan cenderung mengganggu maka dengan adanya alat ini maka dapat dimanfaatkan bahkan menjadi solusi akan kebutuhan pengeringan pada saat panen yang bersamaan dengan musim hujan.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT ADANYA SPBU BONTONOMPO TERHADAP KINERJA RUAS JALAN POROS SUNGGUMINASA-TAKALAR Anggraini, Nani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan suatu wilayah maka akan diikuti pula dengan meningkatnya volume lalu lintas yang terjadi utamanya di poros Jalan Sungguminasa-Takalar yang merupakan jalan provinsi penghubung ibukota provinsi yaitu Kota Makassar dan ibukota provinsi lainnya. SPBU Bontonompo berdiri di atas lahan seluas ± 3.836 m2 yang memiliki 6 dispenser dengan 24 jumlah nozel. Menurut Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2011 mengenai analisis dampak lalu lintas bahwa dalam setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur dapat menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan termasuk pembangunan dan pengoperasian SPBU. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), 1997. Penelitian ini memberikan hasil berupa Kondisi kinerja lalu lintas yang terjadi akibat adanya SPBU ini dinilai dengan V/C Rasio jam puncak yaitu 0,34 dimana nilai kapasitas jalan (C) = 3.100 smp/jam sedangkan (V) adalah merupakan nilai Volume kendaraan yaitu 1.057 hari kerja. Adapun Kinerja Lalu Lintas berupa LOS adalah B yang menunjukkan arus stabil dengan volume lalu lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas serta pengemudi masih punya cukup kebebasan untuk memilih kecepatannya dan lajur jalan yang digunakan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Sedekah Sampah Di Masjid Raudatul Jannah Yayasan Khairu Ummah Makassar Syaiful, Andi Zulfikar; Fikruddin, Muh.; Jumadil, Jumadil; Akrim, Djusdil; Anggraini, Nani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1131

Abstract

Sedekah Sampah adalah salah satu bentuk pengelolaan sampah partisipatif menggunakan pendekatan keagamaan. Kegiatan ini dilakukan telah dilakukan oleh Pengurus Masjid Raudatul Jannah Yayasan Khairu Ummah Makassar secara rutin dua kali sebulan sejak Maret 2021. Sedekah sampah telah memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, yaitu selain mereduksi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hasil penjualan sampah telah digunakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun kegiatan ini masih menghadapi masalah, yaitu rendahnya partisipasi masyarakat (hanya sekitar 20%). Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sedekah sampah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan, sebagian besar masyarakat telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Namun pengetahuan dan sikap masyarakat masih rendah terkait metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan program sedekah sampah. Perbaikan fasilitas dan peningkatan keterlibatan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi pelaksanaan program sedekah sampah adalah dua hal yang perlu dilakukan. Usaha untuk meningkatkan manfaat sedekah sampah secara ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat perlu dilanjutkan agar  masyarakat yang telah merasakan manfaatnya  akan mengikuti program ini dengan sukarela Waste sadaqah is a form of participatory waste management using a religious approach.  This activity is carried out by the Raudatul Jannah Mosque Management, Yayasan Khairu Ummah Makassar,  regularly. twice a month since March 2021.  Waste sadaqah has provided economic, social and environmental benefits. In addition to reducing the amount of waste transported to the waste landfill site (TPA), the financial profits from the sale of waste had used for social activities. However, this activity still faces problems. The low level of community participation (only about 20%) is the main problem. The aim of this research is to analyze factors that influence the low level of community participation in Waste Sadaqah activities. This research is qualitative-descriptive research. Data collection is carried out using interview, observation and documentation techniques. Based on interviews and observations conducted, most of the people already have good knowledge and attitudes about the importance of environmental cleanliness; but low in term of the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) method and the waste sadaqah program. Improvement of facilities and increasing involvement of community leaders in socializing and facilitating the implementation of the waste sadaqah program are two things that need to be done. Efforts to increase the economic, social and environmental benefits of waste sadaqah to the community need to be continued so that people who have felt the benefits will participate in this program voluntarily
APLIKASI WIND POWERED COMPOSTER DI KAWASAN PESISIR KELURAHAN CAMBAYYA KOTA MAKASSAR Ramdiana Ramdiana; Nani Anggraini; Sattar Yunus; Hadiratul Kudsiah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.884 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.7639

Abstract

Application of Wind Powered Composter in the Coastal Area of Cambayya Village, Makassar CityAbstract. Cambayya Village is one of the coastal areas of Makassar City which has a very complex waste condition, which is garbage from the people who live and carry out activities in the coastal area, garbage sent from land area that flows from rivers or gutters that flow into the coast. The Community Service Program aims to conduct activities in the form of training, practice and assistance in processing organic waste into compost using Wind Powered Composter technology located in the RT A community group of Cambayya Village. The problem by partners is the large amount of garbage generated in the coastal settlements of Cambayya Village, residents do not yet know how to process organic waste, and there is no practical application of renewable technology that is acceptable to the community in environmental management. The technology applied is Wind Powered Composter Technology which is an organic waste processing technology using wind power as an energy source to produce compost that can be useful for greening and economic value. This method is contained from a few stages: Preparation stage, namely processing permits, socializing activities to partners, and preparing training materials, Implementation stage conducting motivational training in processing waste, training on organic waste sorting, making composter equipment, making use of SOP training, the practice of composting, harvest compost and compost packaging, The evaluation stage by providing assistance and periodic checking of the composting process. The results of the implementation of this activity are the reduction in the volume of 60 kg of organic waste in each composting process, increased knowledge of citizens about organic waste processing, and the application of appropriate technology in coastal areas.Keywords: Organic waste, composter, wind poweredAbstrak.   Kelurahan Cambayya merupakan salah satu wilayah pesisir Kota Makassar yang memiliki kondisi sampah yang sangat kompleks yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir. Adanya program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melakukan kegiatan dalam bentuk pelatihan, praktek dan pendampingan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan teknologi Wind Powered Composter yang berlokasi di kelompok warga RT A Kelurahan Cambayya. Masalah yang dihadapi mitra  adalah  banyaknya timbulan sampah yang dihasilkan di permukiman pesisir Kelurahan Cambayya, warga belum mengetahui cara mengolah sampah organik, dan belum ada penerapan teknologi terbarukan yang praktis dan mampu diterima masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Teknologi yang diterapkan adalah Teknologi Wind Powered Composter yang merupakan teknologi pengolahan sampah organik menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi menghasilkan kompos yang dapat bermanfaat untuk penghijauan dan bernilai ekonomi. Metode kegiatan ini diantaranya: Tahap persiapan yaitu pengurusan surat izin, sosialisasi kegiatan ke mitra, dan persiapan materi pelatihan, Tahap pelaksanaan melakukan pelatihan motivasi dalam mengolah sampah, pelatihan pemilahan sampah organik, pembuatan alat komposter, pelatihan SOP penggunaan alat, praktek pembuatan kompos, panen kompos, dan  pengemasan kompos, Tahap evaluasi dengan melakukan pendampingan dan pengecekan berkala terhadap proses pembuatan kompos. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah berkurangnya volume sampah organik maksimal 60 kg dalam setiap proses pengomposan, meningkatnya pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik, dan telah diterapkannya teknologi tepat guna di kawasan pesisir.Kata Kunci: Sampah organik, komposter, tenaga Angin 
SKALA KESANTUNAN TUTURAN IMPERATIF PADA DRAMA GOKUSEN 1 (EPISODE 1-5) Nani Anggraini; Zuli Laili Isnaini; Nana Rahayu
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2017): Wisuda Februari 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrack: This study discusses the politeness scale imperative speech in drama Gokusen 1 episode 1-5. The purpose of this study was to knowing the politeness scale used in imperative speech and determine the factors that influence politeness. The object of research is figures in the drama Gokusen 1 episode 1-5. This study is qualitative descriptive by interpreting the object under study based on the theory of politeness by Leech (1983). Data obtained by listening to imperative speech which used figures and noted then group them into each type of imperative. From the result of research, indicates that the characters in the drama Gokusen using five types of politeness scale by Leech. Cost-benefit scale used in data “Hikkomeya! (go out!)”. Optionality scale used in data “eiga wo mi ni ikimasenka? (will go to the cinema?)”. Indirectness scale used in data “kiite! (listen!)”. Authority scale used in data “yamero! (stop it!)”, and social distance scale used in data “Ganbare! (fighting!)”. In this study are also often found students who used the speech is not polite to the teacher. It is uncommon in everyday life. In addition, there are some factors that influence the politeness of the each speech.Key Word: Politeness Scale, Imperative Speech
PKM Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Sattar Yunus; Muhammad Anshar; Ramdiana Muis; Nani Anggraini; Fitri Ariani
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Maret
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v3i1.508

Abstract

Pada umumnya pengeringan di lakukan oleh pemilik penggilingan padi dan petani yaitu dengan pemanfaatan energi panas dari sinar matahari, sehingga proses pengeringan akan terganggu jika panen yang bersamaan dengan musim hujan. Oleh sebab itu diperlukan alat pengering yang menjadi solusi. Alat pengering gabah yang dirancang dan dibuat adalah menggunakan sistim Rotary Dryer dimana gabah yang di masukkan ke dalam ruang pengering yang berputar akan teraduk oleh flight sekaligus diantar sampai ke hopper output. Hasil pengujian menunjukkan bahwa  gabah sebanyak 50 kg dengan proses pengeringan pada suhu rata-rata 80  dalam waktu 30 menit dengan berat setelah proses seberat 39 kg. Setelah melalui pengujian di workshop maka selanjutnya alat Pengering tersebut di bawa ke Mitra yaitu komunitas Penggilingan Padi di Kasuarang Kelurahan Allepolea Kecamatan  Lau Kabupaten Maros sekaligus dilakukan pelatihan penggunaan alat tersebut. Para peserta Pelatihan sangat antusias dan begitu tertarik mengikuti Pelatihan karena mereka menyatakan bahwa Limbah sekam mereka yang selama ini tidak dimanfaatkan bahkan cenderung mengganggu maka dengan adanya alat ini maka dapat dimanfaatkan bahkan menjadi solusi akan kebutuhan pengeringan pada saat panen yang bersamaan dengan musim hujan.
Transformasi Peran dan Kapasitas Perempuan Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Makassar Ratnawati Gatta; Nani Anggraini; Jumadil; Muh Asy’ari; Marini Mallagennie; Dahlia D. Moelier; Hadijah; Andi Fauziah Yahya
Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/18202237888

Abstract

Makassar is one of the cities with the largest population in Indonesia so that the volume of waste that goes to the landfill is quite large. The most common type of waste is organic waste, which generally comes from households. Therefore, the target of this activity is women in the household as the controller of domestic affairs. The purpose of this activity is to know the transformation of the role of women in reducing and handling their household waste. The method used is qualitative descriptive method conducted through interview, observation and document study. The activities were carried out in the form of: (1) Household waste management socialization, (2) Training on reducing and handling household waste, (3) Practice of making composter and Biopore Infiltration Holes (LBR), (4) Assistance in the use of compost and processing of anorganic waste into useful items in the household. The results of the activity show that transformation of knowledge and the role of household women regarding household waste management, as well as increasing creativity and innovation of household women in processing waste so that it has economic value. What needs to be done next is to support the spirit of households in waste management through the establishment of community-based waste management partnership institutions and networks.
THE USE SKIN STARCH OF JACKFRUIT (Artocarpus heterophyllus) AND CHITOSAN IN A BIOPLASTIC PRODUCTION WITH THE ADDITION OF VIRGIN COCONUT OIL (VCO) AS PLASTICIZER Hamsina Hamsina; Indra Jaya; Nani Anggraini; Andi Tenri Fitriyah; Ruslan Hasani
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7821

Abstract

This study aims to determine the best concentration on the comparison of jackfruit skin starch and chitosan with the addition of virgin coconut oil (VCO) as a plasticizer and the characteristics of bioplastics. The research method consisted of the following steps: extracting jackfruit skin starch using two processes, namely the delignification process and the bleaching process. The production of bioplastics was carried out with the following treatments: Jackfruit skin starch: chitosan, each with a ratio of P1= 100%:0%; P2 = 85%:15%; P3 = 70%:30% and P4 = 55%:45% with the addition of VCO of 10% of the total starch of jackfruit skin and chitosan and stirred for 1 hour until homogeneous. The resulting solution was then printed on a glass mold with a size of 20 x 15 cm and dried in an oven at 60oC for 6 hours. The bioplastics were cooled at room temperature for 6 hours then removed from the glass plate and stabilized in a desiccator before being analyzed. Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method with 4 treatment levels and three replications. The results showed that the addition of chitosan and VCO had a very significant effect (p<0.05) on the characteristics of bioplastics. The best treatment ratio was obtained in the ratio of jackfruit skin starch: chitosan 55%:45% with each thickness value of 0.1682 mm, tensile strength of 0.5933 MPA, 20% water absorption and 50% biodegradability test which can be degraded for 3 weeks.
Pemetaan Potensi Wilayah Sebagai Peluang Investasi Dalam Pengembangan Ekonomi di Kabupaten Luwu Timur Muh. Ibnu Fauzi Akbar; Kamran Aksa; Ilham Yahya; Nani Anggraini
Journal of Urban Planning Studies Vol 3 No 2 (2023): Journal of Urban Planning Studies, Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jups.v3i2.374

Abstract

This study aims to determine the potential mapping region for investment opportunities. This research is a quantitative research for consideration as well as reference material in analyzing descriptively. which variable used include mapping the potential of the area and investment opportunities. The analytical method used is LQ analysis, in determining commodity sector base and potential sector. Based on the results of the LQ analysis, it produces Regional Potentials, among others Agriculture, Plantation, Animal Husbandry, Fisheries and Marine Sectors, and Mining.
Studi Pengembangan Permukiman Berbasis Green City di Kecamatan Betoambari, Kota Baubau Irsan Ely Kibas; Batara Surya; Jufriadi Jufriadi; Nani Anggraini
Journal of Urban Planning Studies Vol 3 No 2 (2023): Journal of Urban Planning Studies, Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jups.v3i2.377

Abstract

As time goes by, human needs increase with the human population growth in an area and provide quite real development impacts, both positive and negative impacts. One example of the adverse effects of development is environmental pollution that occurs as a result of human activities in it. Settlements are one of the human needs that grow rapidly over time. the need for housing in urban areas has recently begun to develop not only in the city center but has begun to show signs of growth in the suburbs. Betoambari District, Baubau City, which is the study area in this research, is one of them, Betoambari District, which is defined in the spatial planning document as a settlement development area. This is also supported by the carrying capacity and capacity of the land in Betoambari District, which can support activities including settlement activities. this research will find out the ability of Betoambari District in adopting the green city concept in development by testing several green city index test variables and providing input related to development with the green city concept as to what can be applied to prevent impacts due to development through an ecological approach by adopting the concept green city