Penelitian ini menganalisis pola kesantunan berbahasa dan tindak tutur asertif mahasiswa dalam proses bimbingan skripsi di IAIN Curup menggunakan kerangka Maksim Kesantunan Geoffrey Leech dan Hak Asertif Manuel J. Smith. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini melibatkan mahasiswa dan dosen pembimbing melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dominasi tipologi konformis (40-50%) yang ditandai dengan kesopanan tinggi namun kurangnya asertivitas, diikuti tipologi diplomat (25-35%), asertif (10-15%), dan pasif (5-15%). Penerapan maksim kesantunan cenderung berlebihan terutama pada maksim kearifan (85%), kedermawanan (55-60%), dan kesepakatan (75-80%), sementara implementasi hak asertif masih terbatas oleh norma sosial-budaya yang mengutamakan harmoni dan hierarki. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan model komunikasi akademik yang mengintegrasikan nilai kesantunan lokal dengan praktik komunikasi asertif untuk mendukung pembelajaran efektif tanpa mengorbankan rasa hormat dalam budaya akademik Indonesia. Keywords: Linguistic Politeness, Assertive Speech Acts, Thesis Supervision, Academic Communication, Communication Typology
Copyrights © 2026