Di era digital saat ini, organisasi menghadapi ketidakpastian yang meningkat dan risiko yang kompleks yang mengancam keberlanjutan mereka. Manajemen risiko yang efektif menjadi kebutuhan krusial bagi ketahanan organisasi, namun banyak organisasi kesulitan mengoptimalkan proses risiko meskipun telah mengimplementasikan teknologi canggih. Penelitian sebelumnya menekankan pentingnya teknologi dalam manajemen risiko, tetapi sebagian besar mengabaikan peran moderasi dukungan sumber daya manusia (SDM), sehingga termampu gap penelitian yang membatasi panduan praktis untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan mengkaji dampak Teknologi Informasi berkenaan efektivitas manajemen risiko, dengan dukungan SDM sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei keketika karyawan yang terlibat dalam manajemen risiko, teknologi informasi, dan fungsi SDM ketika organisasi yang memiliki legalitas usaha. Data dianalisis memakai Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung dan moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi berdampak positif dan signifikan berkenaan efektivitas manajemen risiko, sedangkan dukungan SDM memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi saja tidak cukup; kemampuan, komitmen, dan keterlibatan SDM menjadi kunci untuk mencapai manajemen risiko yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan Resource-Based View (RBV) dan Socio-Technical Systems (STS) Theory) untuk menjelaskan interaksi antara teknologi dan faktor manusia dalam manajemen risiko.
Copyrights © 2025