Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar (SD) sering menghadapi tantangan signifikan berupa metode pengajaran yang monoton, menyebabkan siswa cenderung menghafal tanpa memahami konsep, sehingga hasil belajar dan motivasi mereka rendah. Kondisi serupa terjadi pada siswa kelas V SDN Tambaksari 1 Kabupaten Karawang, di mana kemampuan minat dan kompetensi siswa masih rendah, dengan banyak siswa mengalami kesulitan memahami pengucapan dan penulisan bahasa Inggris. Artikel ini melaporkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa melalui penerapan model Discovery Inquiry Learning (DIL). Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan model DIL dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar dan motivasi siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan selama empat minggu dan melibatkan 25 siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar (pre-test dan post-test), observasi, dan wawancara. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan secara kuantitatif, di mana rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat dari 65 menjadi 85. Secara kualitatif, observasi menunjukkan peningkatan antusiasme, partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Kesimpulannya, penerapan model DIL terbukti efektif meningkatkan hasil belajar dan membangun motivasi internal siswa, serta berhasil mengubah suasana kelas dari pasif menjadi dinamis dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026