Penelitian ini bertujuan mengulas perkembangan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia sejak masa kemerdekaan hingga era Reformasi, serta mengkaji paradigma politik dan filosofis yang melandasinya. Terdapat gap kajian yang berfokus pada identifikasi pergeseran fundamental paradigma politik yang menjadi latar belakang kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur historis-komparatif dengan analisis konten kualitatif terhadap dokumen kebijakan. Hasil penelitian memetakan evolusi kebijakan melalui tiga periode: Orde Lama yang transisional dan fokus legitimasi; Orde Baru yang sentralistik/fungsional untuk fokus stabilitas; dan Reformasi yang demokratis, desentralistis dan fokus kesetaraan. Namun, desentralisasi era Reformasi memunculkan dualisme paradigmatik baru yang bersifat filosofis. Dualisme ini terwujud dalam kebijakan Deep Learning (Kemendikdasmen), yang berakar pada Paradigma Neoliberal yang menekankan kompetensi pasar dan teknologi, berlawanan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dari Kemenag, yang mengadopsi Paradigma Humanis, dimana itu menekankan spiritualitas dan karakter. Temuan ini menggarisbawahi bahwa tantangan dualisme telah bertransformasi dari dualisme kelembagaan menjadi dualisme filosofis kurikulum di tingkat substansi. Kontribusi artikel adalah pemetaan evolusi paradigma politik dan identifikasi transformasi tantangan dualisme kebijakan di Indonesia.
Copyrights © 2025