Hama walang sangit (Leptocorisa acuta Thunberg.) merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman penting pada padi yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 50% pada musim tertentu. Salah satu pendekatan pengendalian ramah lingkungan yang potensial adalah penggunaan perangkap cahaya (light trap). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas warna cahaya yang berbeda terhadap tingkat ketertarikan walang sangit dan (2) mengidentifikasi respons petani terhadap pemanfaatan cahaya sebagai metode pengendalian hama. Penelitian dilakukan pada April–Mei 2024 di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, menggunakan empat perlakuan warna lampu LED yaitu, bening (P0), kuning (P1), merah (P2), dan hijau (P3), masing-masing dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya merah (P2) merupakan warna paling efektif, dengan total tangkapan 20 ekor dan persentase rata-rata 35,69%, lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. Preferensi kuat terhadap cahaya merah berkaitan dengan sensitivitas visual serangga pada panjang gelombang 620–700 nm dan respons fototaksis positif. Respon petani menunjukkan penerimaan yang baik terhadap teknologi perangkap cahaya sebagai alternatif pengendalian yang murah, ramah lingkungan, dan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia. Secara keseluruhan, penggunaan cahaya merah berpotensi menjadi komponen efektif dalam strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman padi.
Copyrights © 2025