Penelitian bertujuan untuk mengkaji perbedaan bobot potong memengaruhi persentase dari daging tanpa tulang (boneless) pada ayam broiler. Hasil penelitian diharapkan memberikan informasi bagi peternak serta konsumen mengenai hubungan antara bobot potong dan proporsi boneless. Kegiatan penelitian berlangsung di peternakan ayam Perdos, Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Mei 2025. Materi dan peralatan yang digunakan meliputi 14 ekor ayam broiler, pisau, timbangan analitik, kertas isap, water bath, tisu, baskom, serta alat tulis. Penelitian terdiri atas lima kelompok perlakuan berdasarkan rentang bobot tubuh. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan jumlah ulangan berbeda. Parameter yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, persentase boneless, persentase tulang, serta rasio daging terhadap tulang. Hasil menunjukkan bahwa bobot potong tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap persentase karkas, dengan nilai masing-masing 63,81% untuk bobot 650–850 g, 54,40% (851–1050 g), 57,10% (1051–1250 g), 58,97% (1251–1450 g), dan 58,26% (1451–1700 g). Sebaliknya, bobot potong memberikan pengaruh sangat signifikan (p<0,01) terhadap persentase boneless, yaitu 73,98%, 69,73%, 74,72%, 79,96%, dan 77,51%. Persentase tulang tidak menunjukkan perbedaan nyata antar kelompok (p>0,05), masing-masing 22,02%, 30,27%, 25,28%, 25,04%, dan 22,49%. Bobot potong juga tidak berpengaruh nyata terhadap rasio daging-tulang, dengan nilai 2,84%, 2,31%, 3,01%, 3,07%, dan 3,48%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa bobot potong hanya memberikan pengaruh sangat nyata pada persentase daging tanpa tulang, tetapi tidak pada persentase karkas, tulang, maupun rasio daging-tulang. Semakin besar bobot potong, semakin tinggi proporsi daging dalam karkas. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan rentang bobot yang lebih terperinci serta variabel pendukung lainnya.
Copyrights © 2025