Permasalahan sampah organik di Kota Padangsidimpuan cukup tinggi, terutama yang bersumber dari aktivitas rumah tangga dan sektor pertanian. Sampah organik yang tidak terkelola berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, serta berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan pupuk organik terus meningkat seiring dengan berkembangnya praktik pertanian berkelanjutan dan semakin terbatasnya pasokan pupuk kimia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk sekaligus menumbuhkan kewirausahaan lokal berbasis lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan pupuk organic. workshop kewirausahaan, serta pendampingan berkelanjutan bagi kelompok usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri, tetapi juga terbentuk tiga kelompok usaha kecil yang mulai memasarkan produk mereka di pasar lokal. Dampak kegiatan ini terlihat pada berkurangnya volume sampah organik, peningkatan pendapatan rumah tangga peserta, serta tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya ekonomi hijau. Kesimpulannya, pengelolaan pupuk organik berbasis kewirausahaan dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
Copyrights © 2025