Pembelajaran Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran Pancasila terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 35 siswa. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran Pancasila berbasis integrasi teknologi informasi, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang disusun berdasarkan empat indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan berpikir kreatif siswa berada pada kategori cukup kreatif. Namun, uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada indikator originality dan elaboration antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran Pancasila lebih efektif dalam mendorong keaslian dan pengembangan gagasan siswa. Dengan demikian, integrasi teknologi informasi merupakan strategi pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran Pancasila.
Copyrights © 2025