Penelitian ini membahas tentang patroli Hongi sebagai strategi VOC dalam mempertahankan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku pada abad ke-17 hingga ke-18. Kepulauan Maluku yang dikenal sebagai penghasil cengkeh dan pala terbaik di dunia menjadi sasaran utama VOC untuk dikuasai sepenuhnya. Melalui sistem patroli Hongi, VOC melakukan pengawasan ketat terhadap produksi dan perdagangan rempah dengan cara menghancurkan tanaman rempah di luar wilayah yang ditentukan serta menghukum berat para penyelundup. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis tiga hal utama: mekanisme operasional patroli Hongi, efektivitas patroli dalam mempertahankan monopoli, dan dampak sosial-ekonomi serta ekologis terhadap masyarakat Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patroli Hongi memang efektif secara ekonomi bagi VOC dengan menjaga stabilitas harga rempah di Eropa, namun menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat Maluku, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Sistem ini menghancurkan ekonomi tradisional, memecah belah masyarakat, merusak ekosistem, dan merampas kedaulatan maritim masyarakat Maluku.
Copyrights © 2025