Penelitian ini mengkaji sejarah, kebijakan, dan dampak Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di wilayah Indonesia selama era kolonial. VOC, yang didirikan pada tahun 1602, adalah perusahaan dagang Belanda dengan wilayah pengaruh yang luas yang berfungsi sebagai kekuatan politik dan militer selain sebagai entitas dagang. Artikel ini membahas struktur organisasi VOC di bawah kepemimpinan Heeren Zeventien, berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan, seperti pemerasan, contingenten, verplichte leverantie, hak octroi, pelayaran Hongi VOC, dan sistem Preanger, serta monopoli perdagangan rempah-rempah di kepulauan Indonesia. Penelitian ini juga menganalisis dampak kebijakan VOC terhadap warga Indonesia yang menjadi sasaran eksploitasi ekonomi, sosial, dan tekanan politik terkait pemerintahan regional. Perlawanan dari kesultanan lain, seperti Mataram dan Gowa, menunjukkan penurunan dominasi VOC. Penelitian ini juga membahas dampak kebijakan VOC terhadap penduduk Indonesia yang mengalami eksploitasi ekonomi, penderitaan sosial, dan pembatasan kedaulatan politik terhadap kerajaan-kerajaan lokal. Perlawanan dari berbagai kesultanan seperti Mataram dan Gowa menunjukkan penolakan terhadap kekuasaan VOC. Kemunduran VOC disebabkan oleh faktor internal seperti korupsi dan organisasi yang tidak efisien, serta faktor eksternal seperti persaingan dengan negara-negara Eropa lain dan perubahan di pasar global; oleh karena itu, VOC dibubarkan pada tahun 1799.
Copyrights © 2025