Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014-2023. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap IHSG, sementara suku bunga berdampak negatif namun tidak signifikan. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Ketiga variabel tersebut secara simultan berkontribusi secara signifikan terhadap pergerakan IHSG, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 65,8%. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor makroekonomi memainkan peran penting dalam dinamika pasar saham di Indonesia, sehingga dapat dijadikan acuan bagi investor serta pembuat kebijakan dalam menyusun strategi investasi dan kebijakan ekonomi yang lebih efektif.
Copyrights © 2025