Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) menuntut adanya variasi aktivitas yang mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kebugaran peserta didik. Salah satu komponen penting dalam pembelajaran Penjas adalah kegiatan pemanasan (warm-up) yang berfungsi mempersiapkan kondisi fisik dan psikologis sebelum memasuki aktivitas inti. Namun, praktik pemanasan di sekolah masih sering bersifat monoton sehingga kurang mampu menumbuhkan antusiasme peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan variasi pemanasan berbasis permainan yang diberi nama “Quick Run Challenge” sebagai inovasi dalam kegiatan awal pembelajaran Penjas. Model pemanasan ini dirancang melalui lima tahapan gerak, yakni cone running, push-up jump, zig-zag running, lunges walk, dan side-run return, yang disusun dalam bentuk permainan kompetitif namun tetap edukatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan pengembangan (RD) sederhana yang memfokuskan pada analisis kebutuhan, perancangan model, dan uji keterlaksanaan pada peserta didik sekolah menengah. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa variasi pemanasan “Quick Run Challenge” mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, memberikan stimulus motorik yang lebih beragam, serta menumbuhkan motivasi melalui unsur permainan. Selain itu, aktivitas ini dinilai efektif dalam melatih kekuatan otot, kelincahan, koordinasi, serta daya tahan kardiovaskular. Dengan demikian, model pemanasan ini dapat menjadi alternatif strategis dalam upaya memperkaya variasi pembelajaran Penjas di sekolah.
Copyrights © 2025