Perkembangan teknologi keuangan digital mendorong meningkatnya partisipasi generasi muda dalam investasi cryptocurrency yang berisiko tinggi dan fluktuatif. Penelitian ini menganalisis pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency generasi muda di Indonesia dengan overconfidence dan risk tolerance sebagai variabel mediasi. Menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan survei daring pada 400 responden berusia 17–35 tahun, data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa financial experience berpengaruh signifikan terhadap overconfidence dan risk tolerance, namun pengaruh langsungnya terhadap keputusan investasi relatif lemah. Risk tolerance terbukti menjadi mediator yang lebih kuat dibanding overconfidence, menandakan bahwa kesiapan psikologis menghadapi risiko lebih berpengaruh daripada bias kepercayaan diri. Secara keseluruhan, perilaku investasi generasi muda lebih banyak ditentukan oleh toleransi risiko, sehingga edukasi keuangan dan kesadaran risiko perlu ditingkatkan untuk mendorong keputusan investasi yang lebih rasional.
Copyrights © 2025