Penelitian ini menganalisis peran agility terhadap performa atlet voli melalui pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 20-30 atlet usia 13-18 tahun dari klub/sekolah voli, menggunakan tes Illinois Agility Test, T-Test, dan pengukuran skill seperti passing atas, spike, serta servis untuk mengukur hubungan linier (Pearson r0,5, p0,05). Hasil menunjukkan agility berkontribusi 12-36% terhadap keterampilan teknis, mengurangi waktu reaksi 0,5 detik, dan meningkatkan win rate tim hingga 20% melalui penyesuaian posisi-spesifik (libero 18,9 detik, middle blocker 20,2 detik). Latihan cone drills, ladder agility, dan VSAT terbukti efektif (peningkatan 1,2 detik/6 sesi), dengan periodisasi pre-season 40% volume mengoptimalkan transisi defense-offense serta mengurangi cedera ACL 50%. Penyesuaian antropometri dan somatotipe memastikan adaptasi optimal, menjadikan agility diskriminan kompetitif voli modern. Kesimpulan: pengembangan agility sistematis meningkatkan dominasi taktis dan supremasi berkelanjutan.
Copyrights © 2025