Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan menurunkan kualitas hidup penderita. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien stroke adalah hambatan mobilitas fisik akibat kelemahan otot. Latihan Range of Motion (ROM) diketahui dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki tonus otot, dan meningkatkan kemampuan mobilitas pasien. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek penelitian pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Tebat Agung, Kabupaten Muara Enim pada bulan Juni 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengkajian keperawatan, dengan intervensi latihan ROM diberikan 3 kali sehari selama 3 hari selama 10–15 menit. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Setelah tiga hari intervensi ROM, kedua pasien mengalami peningkatan kekuatan otot dan kemampuan gerak pada ekstremitas yang sebelumnya mengalami kelemahan. Pada hari pertama hingga kedua, keluhan pasien masih muncul sebagian, namun pada hari ketiga kedua pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Saran: Agar pihak tenaga kesehatan memberikan latihan ROM sebagai therapy nonfarmakologis yang mudah diterapkan serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberlanjutan perawatan di rumah secara mandiri. Kata Kunci: Stroke, Gangguan Muskuloskeletal, Range of Motion (ROM)
Copyrights © 2025