Tradisi Beguru merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Gayo yang mengandung berbagai nilai luhur dan diwariskan secara turun-temurun, khususnya dalam konteks adat pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Beguru di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Sumber data berasal dari praktik tradisi Beguru pada upacara adat pernikahan masyarakat Gayo, sedangkan data penelitian berupa nasihat-nasihat yang disampaikan selama prosesi Beguru. Teknik pengumpulan data meliputi rekam, simak, dan catat, dengan analisis data model mengalir. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 79 data yang menggambarkan nilai-nilai dalam tradisi Beguru berdasarkan teori Notonegoro. Nilai-nilai tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yaitu nilai material (3 data), nilai vital (2 data), dan nilai rohani (74 data). Nilai rohani terdiri atas empat subkategori: nilai keindahan (23 data), nilai kebaikan (20 data), nilai religius (28 data), dan nilai kebenaran (3 data). Berdasarkan temuan tersebut, nilai religius menjadi nilai yang paling dominan, sedangkan nilai vital merupakan nilai yang paling sedikit ditemukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Beguru tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian nasihat, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Gayo di Bener Meriah
Copyrights © 2025