Bambu tumbuh melimpah di seluruh kepulauan Indonesia, dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama berabad-abad. Tak terkecuali di wilayah Gorontalo yang hampir menyebar di seluruh desa. Pertumbuhan bambu yang cepat membuat bambu sebagai sumber daya alami yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Desa Otopade merupakan salah satu desa di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo, yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dan non hayati yang kaya dan tersebar di wilayah desa, diantaranya adalah tanaman bambu, namun belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Pemanfaatan bambu sebagai green material yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi pemakaian kayu yang dalam pengambilannya merusak hutan dan cenderung menimbulkan banjir dan waktu pertumbuhan relatif lama lebih dari 5 tahun, sementara bambu cepat tumbuh dalam jangka waktu 3 tahun sudah bisa digunakan. Kendala yang sering dihadapi warga masyarakat adalah keawetan bambu, karena bambu rentan terhadap serangan kumbang Bubuk.Tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pengetahuan tentang bambu, manfaat dan cara pengawetannya, dimana bambu bisa menggantikan material kayu yang mahal dan mulai langka. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan pengawetan bambu dari serangan serangga Bubuk dengan memasukkan bahan pengawet bertekanan hidrostatis kedalam bambu, agar tanaman bambu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan yang dapat bertahan lama. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari masyarakat petani dan tukang /pekerja konstruksi. Hasil pelatihan menunjukan peserta mendapat nilai tambah berupa pengetahuan tentang bambu, manfaat dan cara pengawetannya. Pelatihan ini telah mampu memberikan ketrampilan kepada warga dalam hal pemecahan permasalahan pengawetan bambu dan dapat mengembangkan pemakaian bambu secara lebih luas dan lebih berguna, serta diharapkan dapat menumbuh kembangkan motivasi masyarakat terhadap berbagai macam pemanfaatan bambu yang bernilai ekonomis
Copyrights © 2025