Beban kerja mental yang tinggi dapat menjadi faktor utama penyebab stres kerja pada dosen, terutama karena tanggung jawab akademik dan administratif yang kompleks. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat berdampak pada kinerja dosen serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ergonomi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang optimal guna mengurangi risiko gangguan fisik dan mental akibat beban kerja yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode NASA-TLX dan ISMA dengan pendekatan Cross-sectional. Pengambilan data dengan cara observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hungungan antara beban kerja terhadap stres kerja dan memberikan usulan untuk mengurangi beban kerja yang berhubungan dengan stres kerja. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan positif antara beban kerja mental terhadap stres kerja dosen. Faktor tuntutan pekerjaan dengan tambahan administrasi dan kepanitiaan mempengaruhi kinerja Tri Dharma dosen yang menyebabkan kesulitan membagi waktu, masalah kesehatan fisik, kecemasan, dan tidak optimalnya pelaksanaan Tri Dharma. Maka dari itu usulan untuk dosen yaitu dengan dosen mengutamakan manajemen waktu dan skala prioritas, fokus pada Tri Dharma sebelum tanggung jawab lain. Dalam hal ini, perlu dukungan dari Institusi meringankan beban kerja dosen dengan tidak membebankan administrasi dan kepanitiaan sepenuhnya ke dosen.
Copyrights © 2025