Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran keterampilan berbahasa di kelas VI B UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda. Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas pembelajaran yang berfokus pada penguatan karakter, diferensiasi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi esensial peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai strategi seperti penggunaan modul ajar, pembelajaran berbasis proyek, serta asesmen formatif untuk meningkatkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara siswa. Meskipun pelaksanaan kurikulum ini masih menemui beberapa kendala seperti keterbatasan pemahaman konsep dan kurangnya sarana pendukung, secara umum pendekatan yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan capaian belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru dan penyediaan sumber daya yang memadai guna menunjang efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum in language skills learning in class VI B of UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda. The Merdeka Curriculum offers flexible learning that emphasizes character development, differentiated instruction, and the cultivation of essential competencies. The research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including classroom observations, in-depth interviews, and document analysis. Findings indicate that teachers have implemented various strategies such as the use of teaching modules, project-based learning, and formative assessments to enhance students' listening, reading, writing, and speaking abilities. Although challenges such as limited conceptual understanding and insufficient learning resources remain, the implementation generally yields positive effects on student engagement and academic outcomes. These results suggest that the success of the Merdeka Curriculum relies heavily on teachers’ readiness and creativity in designing instruction aligned with students’ characteristics. The study recommends strengthening teacher training and improving the provision of educational resources to support the effective implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary level.
Copyrights © 2025