Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang implementasi serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan media pembelajaran SEMAI untuk menanamkan perilaku anti korupsi di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif atau sering juga disebut sebagai penelitian naturalistik, melibatkan subjek penelitian sebagai informan dari unsur guru dan siswa perwakilan kelas III, IV, V, dan VI ditambah masing-masing satu guru PAI dan PJOK dan kepala sekolah di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I Kota Makassar. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dari hasil wawancara mendalam, observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemanfaatan media pembelajaran SEMAI untuk menanamkan perilaku anti korupsi di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I Kota Makassar diawali dengan proses pengenalan oleh SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) Indonesia melalui para agen dengan memberikan pelatihan kepada guru agar dapat mengimplementasikan sembilan tahapan bermain SEMAI dalam pembelajaran yaitu: (1) fasilitator menentukan peserta yang memulai, (2) peserta mengambil kartu putih dan membaca situasi yang tertera di kartu, (3) peserta menentukan nilai anti korupsi yang sesuai dengan situasi tersebut, (4) peserta meletakkan kartu putih di nilai anti korupsi yang dipilih, (5) peserta lawan menilai jawaban dengan alasan, apakah benar atau salah, (6) fasilitator memimpin diskusi dan memberikan keputusan, (7) peserta yang menjawab salah mengambil kartu merah dan melakukan perintah yang tertera di kartu, (8) bergantian sampai selesai, dan (9) peserta atau kelompok yang menang adalah yang paling banyak menempatkan kartu putih dan paling sedikit mengambil kartu merah serta memiliki beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. This research aims to provide an overview of implementation and describe supporting and inhibiting factors in the use of SEMAI learning media to instill anti-corruption behavior in UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I Makassar City. This research uses qualitative research methods. The type of research used is descriptive qualitative research or often also referred to as naturalistic research, involving research subjects as informants from teachers and students representing classes III, IV, V, and VI plus one PAI and PJOK teacher each and the UPT SPF principal at Bawakaraeng I State Elementary School, Makassar City. The data in this research is qualitative data from the results of in-depth interviews, participant observation. The results of the research show that the implementation of the use of SEMAI learning media to instill anti-corruption behavior in UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I Makassar City began with an introduction process by SPAK (I am an Anti-Corruption Woman) Indonesia through agents by providing training to teachers so they could implement the nine stages of the game. SEMAI in learning is: (a) the facilitator determines which participants will start, (b) participants take a white card and read the situation written on the card, (c) participants determine anti-corruption values that are appropriate to the situation, (d) participants place a white card on the selected anti-corruption value, (e) the opposing participant evaluates the answer with reasons, whether it is right or wrong, (f) the facilitator leads the discussion and provides decisions, (g) participants who answer incorrectly take a red card and carry out the command stated on the card, (h) take turns until finished, and (i) the winning participant or group is the one who places the most white cards and takes the fewest red cards and has several supporting and inhibiting factors in its implementation.
Copyrights © 2025