Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi dan keuangan dalam usaha budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) sistem bioflok di Kelompok “Fishery” Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif, perhitungan nilai standar (Z-score), dan Value at Risk (VaR) untuk mengukur probabilitas serta dampak risiko. Data yang dianalisis berasal dari tiga siklus produksi tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi 791,63 kg per siklus dengan standar deviasi 300,49 kg dan probabilitas risiko produksi sebesar 37,8%, menandakan potensi tinggi hasil panen di bawah batas aman 700 kg. Nilai VaR menunjukkan potensi penurunan produksi hingga 297,32 kg pada kondisi ekstrem. Dari sisi keuangan, rata-rata kerugian per siklus sebesar Rp4.000.000 dengan standar deviasi Rp2.645.751 dan peluang kerugian di atas Rp6.000.000 mencapai 22,48%. Berdasarkan pemetaan kuadran risiko, baik risiko produksi maupun keuangan termasuk Kuadran II (probabilitas tinggi – dampak besar), sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti penerapan biosekuriti, pemantauan kualitas air, pemilihan benih unggul, pengelolaan keuangan disiplin, serta pembentukan dana cadangan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam penerapan manajemen risiko untuk meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya lele berbasis bioflok
Copyrights © 2025