Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. Paparan kebisingan bisa juga bersumber dari alat-alat yang digunakan di tempat kerja. Penggunaan mesin dalam kegiatan produksi dapat menimbulkan masalah kebisingan yang mempunyai pengaruh luas pada gangguan indera pendengaran, gangguan komunikasi, gangguan tidur, gangguan pelaksanaan tugas, perasaan tidak senang, dan gangguan faal tubuh. Tujuan penelitian mengetahui dan menganalisis hubungan paparan kebisingan dengan gangguan pendengaran (non auditory) pada pemarut kelapa di Pasar Batuah Martapura. Penelitian ini bersifat observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Dilakukan observasi terhadap 30 orang pekerja pemarut kelapa. Data dianalisa menggunakan Uji Korelasi Spearmen’s Rank. Pengumpulan data kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter serta kuesioner untuk pengumpulan data karakteristik responden dan keluhan subjektif gangguan pendengaran (non auditory) responden pekerja pemarut kelapa. Hasil penelitian didapatkan pengukuran kebisingan berkisar antara 70,1 – 87,1 dBA serta didapatkan 2 orang (6,7%) pemarut kelapa dikategorikan terganggu pada fisiologis, 30 orang (100%) pemarut kelapa dikategorikan terganggu pada psikologis dan 6 orang (20,0%) pemarut kelapa dikategorikan terganggu pada komunikasi. Secara statistik tidak ada hubunga yang signifikan antara paparan kebisingan dengan gangguan pendengaran (non auditory). Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel seperti, lama paparan, beban kerja dan tekanan darah. Noise is one of the physical danger factors that is often found in the work environment. Noise exposure can also come from the tools used in the workplace. The use of machines in production activities can cause noise problems which have a broad influence on hearing loss, communication problems, sleep disorders, task performance problems, feelings of displeasure and bodily function disorders. The aim of the research is to determine and analyze the relationship between noise exposure and hearing loss (non-auditory) in coconut graters at Batuah Martapura Market. This research is observational analytic using a cross sectional design. Observations were made on 30 coconut grater workers. Data were analyzed using the Spearmen's Rank Correlation Test. Noise data was collected using a Sound Level Meter and a questionnaire to collect data on the characteristics of respondents and subjective complaints of hearing loss (non-auditory) by respondents of coconut grater workers. The results of the study showed that noise measurements ranged from 70.1 – 87.1 dBA and it was found that 2 people (6.7%) were categorized as physiologically disturbed, 30 people (100%) were categorized as psychologically disturbed and 6 people (20%) were categorized as psychologically disturbed. 0%) coconut graters were categorized as impaired in communication. Statistically there is no significant relationship between noise exposure and hearing loss (non-auditory). Future researchers should be able to carry out further research by adding variables such as exposure time, workload and blood pressure.
Copyrights © 2025