Matematika sosial dan numerasi merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh siswa agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, hasil observasi awal menunjukkan masih banyak guru SMP yang menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) ke dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan guru dalam mengaitkan konsep matematika dengan konteks sosial dan budaya siswa, terbatasnya referensi pembelajaran berbasis numerasi kontekstual, serta belum terbentuknya komunitas belajar yang secara aktif mendukung penerapan norma matematika sosial di sekolah. Norma sosial dan numerasi yang digunakan berkonteks budaya Palembang yaitu makanan tradisional Palembang dan kain tradisional Palembang. Kegiatan dilaksanakan synchronous dan asynchronous dengan melibatkan 32 orang guru dari berbagai SMP di Kota Prabumulih. Kegiatan ini mencakup pelatihan, diskusi kelompok, dan pendampingan secara dalam mendesain konteks budaya lokal, seperti makanan tradisional dan kain songket Palembang. Hasil analisis pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kompetensi guru dengan nilai sebesar 0,714 serta respon peserta yang positif terhadap kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunitas belajar PMRI efektif dalam memperkuat norma matematika sosial dan numerasi.
Copyrights © 2026