Latar Belakang: Puskesmas dituntut untuk dapat memberikan akses bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, upaya ini tidak terlepas dari berbagai tantangan dan hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan hambatan yang dihadapi puskesmas dalam penyelenggaraan puskesmas ramah disabilitas.Metode: Penelitian kualitatif eksploratif dilaksanakan November–Desember 2023 di empat Puskesmas Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, melibatkan enam informan kunci yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan analisis tematik, dengan triangulasi wawancara dan observasi untuk meningkatkan validitas.Hasil: Peningkatan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di puskesmas masih terhambat oleh keterbatasan tenaga kesehatan, hambatan komunikasi, serta keterbatasan ruang dan pendanaan. Berbagai strategi diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk penguatan kapasitas SDM, penyediaan media komunikasi yang aksesibel, optimalisasi ruang layanan, dan diversifikasi sumber pendanaan.Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
Copyrights © 2025