Penelitian ini mengeksplorasi fenomena penggunaan kosmetik (make-up) pada anak-anak generasi alfa yang tumbuh di tengah pesatnya paparan budaya digital, ditinjau melalui lensa Teologi Tubuh. Sebagai generasi yang terpapar media sosial sejak dini, generasi alfa menghadapi tekanan standar kecantikan digital yang berisiko menggeser pemahaman tubuh dari subjek yang sakral menjadi objek estetika semata. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif-kualitatif melalui pendekatan teologis dan sosiologis, artikel ini mengkaji apakah penggunaan make-up pada usia dini berfungsi sebagai sarana ekspresi diri yang mempercantik atau justru merusak makna tubuh sebagai Imago Dei (Gambar Allah). Hasil analisis menunjukkan bahwa Teologi Tubuh memandang tubuh bukan sekadar materi lahiriah, melainkan sakramen yang mencerminkan kehadiran ilahi. Oleh karena itu, penggunaan make-up bagi generasi alfa memerlukan pendampingan pastoral dan edukasi teologis yang seimbang untuk menjaga integritas martabat tubuh, sehingga kecantikan lahiriah tidak mengubur esensi tubuh sebagai pemberian Tuhan yang kudus.
Copyrights © 2025