Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran REACT pada tema etnobotani menunjukkan hasil yang lebih baik. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode Quasy Experiment dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian ini melibatkan eksperimen yang menggunakan model pembelajaran REACT dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Instrumen penelitian berupa tes yang dibuat untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji hipotesis One Sample T-Test (pihak kanan) melalui software statistika. Hasil temuan menunjukkan bahwa skor rata-rata nilai pretest kedua kelas tidak jauh berbeda. Setelah selesai pembelajaran, skor rata-rata nilai posttest kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis One Sample T-Test yang dilakukan dalam penelitian dimana thitung > ttabel dengan nilai 74.571 > 1.99834, dimana ketentuan pengambilan keputusan adalah H0 ditolak dan H1 diterima, jika nilai thitung > ttabel. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran REACT pada tema etnobotani menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada tema yang sama.
Copyrights © 2026