Peningkatan kasus tekanan akademik, stres emosional, dan krisis personal pada mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perguruan tinggi menghadapi tantangan serius terkait kesehatan mental mahasiswa. Kondisi ini menegaskan urgensi penyediaan intervensi konseling krisis yang efektif, terstruktur, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa yang berada dalam situasi rentan. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SRL). Hasil telaah menunjukkan bahwa strategi konseling krisis yang paling banyak digunakan meliputi konseling individu, konseling kelompok, teknik manajemen stres, Emotion Focused Coping, pendekatan multikultural, serta model krisis berbasis perkembangan. Intervensi tersebut terbukti membantu mahasiswa mengurangi tekanan akademik, meningkatkan regulasi emosi, memperbaiki kualitas hidup, serta memperkuat fungsi adaptif dalam menghadapi permasalahan pribadi. Secara keseluruhan, penelitian ini mempertegas bahwa konseling krisis berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa dan memberikan landasan empiris bagi pengembangan layanan konseling yang lebih komprehensif di perguruan tinggi.
Copyrights © 2025