Pendidikan karakter memainkan peran penting dalam membentuk generasi muda di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi, di mana keragaman siswa menjadi hambatan utama. Artikel ini mengkaji upaya untuk meningkatkan keragaman siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam program pendidikan karakter di sekolah menengah pertama. Dasar penelitian ini didorong oleh urgensi untuk menumbuhkan moralitas, toleransi, dan harmoni sosial di antara siswa dari latar belakang budaya, agama, dan sosial yang beragam, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan global seperti pergeseran nilai-nilai dan dampak media digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian perpustakaan, yang meliputi pengumpulan data dari sumber primer seperti jurnal, artikel, dan dokumen resmi, serta sumber tambahan seperti buku dan laporan pendidikan. Langkah-langkah penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis konten, penyederhanaan data, penyajian data, dan kesimpulan, dengan penekanan pada penggabungan model pendidikan karakter terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi nilai-nilai agama (seperti kejujuran, toleransi, dan solidaritas) ke dalam kurikulum pendidikan karakter dapat secara efektif meningkatkan keragaman siswa. Pembahasan menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas pribadi tetapi juga mempromosikan harmoni sosial, meskipun hambatan seperti kurangnya integrasi kurikulum dan pengaruh eksternal perlu diatasi melalui langkah-langkah seperti pendidikan guru dan kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Rekomendasi mencakup implementasi nasional model ini untuk mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026