Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menggunakan evaluasi formatif dan sumatif untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa kelas IV di MI Nurul Islam Sekarbela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui evaluasi formatif, evaluasi sumatif, dan observasi keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan evaluasi formatif melalui kuis, pertanyaan lisan, dan tugas harian untuk memantau pemahaman siswa, namun pemanfaatan hasil evaluasi untuk remedial dan rubrik penilaian belum optimal. Evaluasi sumatif dilaksanakan pada akhir tema, tetapi analisis butir soal dan penggunaan hasil sebagai alat diagnostik masih terbatas. Kesulitan belajar yang paling sering muncul meliputi pemahaman konsep dasar, kemampuan penalaran, serta faktor non-kognitif seperti kurang fokus dan motivasi. Penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi formatif dan sumatif penting dalam mengidentifikasi kesulitan belajar, dan efektivitasnya meningkat jika guru mampu menganalisis hasil evaluasi secara menyeluruh serta memberikan intervensi tepat sasaran.
Copyrights © 2026