Limbah makanan (food waste) merupakan salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca dan permasalahan lingkungan global. Di Indonesia, peningkatan timbulan limbah makanan juga terjadi pada sektor pendidikan, termasuk pada program penyediaan makanan bergizi seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah makanan dari program MBG di MTs SA Al Mina Bandungan yang telah diolah menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai contoh praktik pengelolaan limbah berbasis sekolah. Kajian dilakukan melalui telaah literatur ilmiah dan analisis pengalaman praktis di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah MBG yang terdiri dari sisa sayur, nasi, lauk, dan buah memiliki karakteristik organik yang mudah terurai sehingga berpotensi diolah melalui proses fermentasi menjadi POC. Proses pengolahan ini tidak hanya menurunkan volume sampah yang sebelumnya langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman di lingkungan sekolah. Integrasi praktik pengolahan limbah MBG dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) terbukti mampu mengurangi emisi metana, meningkatkan kesadaran warga sekolah, serta mendukung ekosistem pendidikan berkelanjutan.
Copyrights © 2025