Tradisi Bejeghum merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, yang dijalankan sebagai mekanisme penyampaian undangan dari rumah ke rumah. Praktik ini bukan sekadar aktivitas adat, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang tampak pada etika komunikasi, penguatan silaturahmi, dan kerja sama sosial di tengah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Bejeghum serta mengidentifikasi internalisasi nilai pendidikan Islam dalam tradisi tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas ketua adat, tokoh agama, aparat desa, penjeghum, dan warga. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan validasi triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bejeghum terdiri atas dua tahap utama yaitu persiapan dan pelaksanaan, yang mengandung tata aturan adat seperti pemilihan penjeghum, etika berpakaian, dan tutur kata yang harus dijaga. Nilai pendidikan Islam yang terinternalisasi meliputi adab (sopan santun), ukhuwah (persaudaraan), dan ta’awun (tolong-menolong) yang muncul dari interaksi sosial dalam proses Bejeghum. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi lokal dapat menjadi media pendidikan karakter yang relevan dalam konteks modern. Temuan ini memperkaya kajian pendidikan Islam berbasis budaya serta memberikan alternatif strategi pendidikan karakter melalui integrasi kearifan lokal.
Copyrights © 2026