Pesisir Tambakrejo merupakan kawasan terdampak abrasi yang berakibat pada kerusakan pantai dan lahan mangrove di kawasan pesisir sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan wilayah pesisir, berupa kerusakan ekosistem, kerusakan keanekaragaman hayati, menurunnya fungsi biofilter atau kemampuan fitoremediasi, dan permasalahan stok karbon. Kondisi pesisir Tambakrejo akibat ombak Laut Jawa yang terus mengikis daratan membuat garis pantai semakin dekat dengan permukiman masyarakat, hal ini sangat merugikan masyarakat, pada penelitian ini peneliti hendak mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kesiapsiagaan masyarakat serta bagaimana tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana abrasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi, serta teknik analisis data deskriptif persentase. Hasil penelitian kesiapsiagaan berupa masyarakat sigap dalam menghadapi suatu bencana, aspek yang diukur dalam kesiapsiagaan masyarakat yaitu pengetahuan terhadap bencana, sikap kepedulian dalam menghadapi bencana, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini yang terdapat pada masyarakaat serta mobilisasi sumberdaya masyarakat, terdapat faktor yang menghambat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Tambakrejo. Faktor tersebut dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal.
Copyrights © 2026