Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang terjadi sebelum dibukanya destinasi wisata pantai sasak pohon seribu rendahnya ekonomi masyarakat dijorong pondok yang bekerja sebagai nelayan karena keterbatasan kesempatan kerja yang tersedia sehingga hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan yang bergantung pada musim dan cuaca serta harga ikan yang berubah berubah yang disebabkan adanya ikan yang masuk dari daerah lain yang membuat harga ikan lokal turun sehingga masyarakat sedikit kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup, kurang optimal pemerintah atas membangun dan mengembangkann destinasi wisata pantai sasak pohon seribu karena kurangnya dorongan dari masyarakat, serta masyarakat yang bekerja didestinasi wisata yang bershifat musimann.. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak destinasi wisata Pantai Sasak Pohon Seribu dalam peningkatan kesejahteraan pedagang. Penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (Field Resarch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan destinasi pantai sasak pohon seribu sebagai daerah tujuan wisata memberikan dampak positif dalam peningkatan kesejahteraan pedagang. Dampak yang ditimbulkan yaitu terciptanya peluang usaha sehingga mendorong aktifitas berwirausaha yang dapat meningkatkan pendapatan pedagang, terwujudnya kesehatan yang lebih baik, pendidikan yang semakin mudah dijangkau, tercukupinya kebutuhan pokok, memperoleh tambahan hari kerja dan jam kerja serta dapat mewujudkan tempat tinggal layak. Kesejahteraan yang dicapai pedagang didestinasi wisata pantai sasak pohon seribu sudah sesuai dengan kesejahteraan dalam perspektif Islam dengan terpeliharanya tujuan syara’ untuk perlindungan agama, jiwa, akal, harta dan keturunan.
Copyrights © 2026