Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan permainan edukatif untuk mengelola dinamika kelompok dan juga menumbuhkan minat siswa dalam mempelajari matematika. Penelitian ini didorong oleh persepsi siswa bahwa matematika adalah mata pelajaran yang menakutkan dan membosankan yang mengakibatkan interaksi pasif dalam belajar kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus dan subjeknya meliputi guru matematika dan juga siswa yang terlibat dalam pembelajaran kelompok. Pengumpulan data dilakukan melalui empat instrumen: wawancara, observasi aktivitas, tes prestasi belajar, dan juga studi dokumentasi. Teknik analisis data yang diterapkan adalah model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan edukatif secara efektif mengubah dinamika kelompok dari pasif menjadi kolaboratif dengan nilai observasi rata-rata 3,14 (kategori Baik). Secara akademis, mayoritas siswa (72%) mencapai kategori Baik dan Sangat Baik. Hal ini juga menunjukkan bahwa permainan edukatif membantu membangun lingkungan sosial yang interaktif dan suportif (pembelajaran yang menyenangkan), yang secara bersamaan cenderung meminimalkan persepsi negatif dan juga meningkatkan antusiasme serta ketekunan siswa dalam belajar, sementara kebaruannya terletak pada peran permainan edukatif sebagai alat manajemen konflik dan juga penambah kekompakan kelompok, dan bukan hanya sebagai media penyampaian materi.
Copyrights © 2025