Artikel ini mengkaji simbol dan makna Islam dalam tradisi kesenian Burdah di masyarakat Melayu Seberang Kota Jambi. Burdah, berupa syair pujian kepada Nabi Muhammad yang dilantunkan secara ritual, berfungsi sebagai doa dan ungkapan cinta yang mengandung nilai simbolis dan spiritual mendalam. Tradisi ini merupakan hasil akulturasi budaya Arab dan Melayu, berperan sebagai media penguatan nilai keagamaan, sosial, dan karakter masyarakat, serta sebagai upaya pelestarian identitas budaya dan keimanan Islam secara turun-temurun. Simbol-simbol seperti janur, buah-buahan, dan ornamen memiliki makna filosofi dan moral, dengan fungsi utama sebagai doa perlindungan, pengingat akhlak Nabi, dan penguatan solidaritas sosial. Kajian ini juga didukung oleh referensi yang membahas berbagai aspek tradisi Islam, termasuk peran syair Burdah dalam dakwah pesantren, perubahan budaya di komunitas lokal, serta nilai-nilai kearifan lokal dalam masyarakat pesisir Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Burdah tidak hanya sebagai bentuk ekspresi keagamaan, tetapi juga sebagai media penguatan identitas budaya dan sosial masyarakat Melayu di Seberang Kota Jambi.
Copyrights © 2026