Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi bagaimana mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melihat peran pengajaran bahasa Arab dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan globalisasi. Enam mahasiswa baru dengan beragam latar belakang pendidikan menengah berpartisipasi dalam wawancara semi-terstruktur sebagai bagian dari metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian memunjukkan bahwa persepsi mahasiswa baru terbentuk dari interaksi nilai-nilai religius, latar belakang pendidikan, dan tuntutan globalisasi. Mahasiswa memandang bahasa Arab tidak hanya sebagai bahasa keagamaan yang fundamental untuk memahami ajaran Islam, tetapi juga sebagai modal akademik dan profesional yang relevan di tingkat global, seperti peluang karier, komunikasi budaya internasional, dan diplomasi. Namun, pendidikan bahasa Arab dianggap masih menghadapi tantangan signifikan akibat globalisasi, mencakup stigma sosial bahasa Arab sebagai bahasa agama semata, dominasi bahasa asing (khususnya Inggris), serta kesenjangan kurikulum dan metode pembelajaran yang belum sepenuhnya berorientasi pada kompetensi global. Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, mahasiswa juga melihat globalisasi sebagai peluang untuk berbenah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa agar tetap relevan, pendidikan bahasa Arab perlu pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan kontekstual dengan dinamika global.
Copyrights © 2026