Dalam keberjalanannya, sistem rantai pasok Gula Semut menghadapi perubahan level permintaan, tidak sama dengan level permintaan saat perencanaan. Kemampuan sistem rantai pasok dalam memenuhi keinginan pelanggan dan tetap efisien dalam situasi permintaan yang berubah-ubah merupakan titik penting menjaga ketahanan rantai pasok. Metoda Pengendali Model Prediktif Terdistribusi (PMPT) dan Colaborative Planning Forecasting dan Replenishment (CPFR) berpotensi menangani perubahan level permintaan terutama yang bersifat fluktuatif. Objek penelitian adalah rantai pasok Gula Semut PT Binar Dini Mandiri Indonesia (PT BDMI), berlokasi di kabupaten Banyumas; penghasil kelapa terbesar di provinsi Jawa Tengah. PT BDMI sering mengalami kerugian karena tidak mampu memenuhi permintaan saat terjadi perubahan. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana mengimplementasikan CPFR dan PMPT sehingga kinerja ketahanan dan efisiensi kerja rantai pasok meningkat. Metodologi meliputi: rumusan masalah, pengelolaan berdasarkan CPFR dan PMPT, pengujian menggunakan 4 skenario, analisis, kesimpulan. Pengolahan data dilakukan menggunakan MATLAB 2025 dan Excel Solver. Ukuran kinerja ketahanan adalah tingkat pemenuhan permintaan sedangkan untuk efisiensi adalah ongkos pengadaan dan ongkos simpan. Hasil menunjukkan skenario-0 memiliki ukuran kinerja tertinggi dari sisi ketahanan karena rantai pasok dirancang berdasarkan kemampuan awal, sedang pada skenario 1-2-3, semakin fluktuatif perubahan permintaan, kinerja ketahanan dan efisiensi akan menurun. Kuantifikasinya perbandingan antar penggunaan PMPT dan tidak menunjukkan bahwa PMPT memberikan tingkat ketahanan lebih tinggi yang tidak menggunakan PMPT. PMPT dapat meningkatkan ketahanan sekitar 9,9 % dan efisiensi kerja sebesar 1,2 % untuk rantai pasok tetapi saat perubahan permintaan sangat fluktuatif, tingkat pemenuhan permintaan mulai turun. PMPT menunjukkan kemampuan menghadapi perubahan dan juga tetap menjaga efisiensi. Kesimpulan metoda PMPT terbukti memang lebih dapat fleksibel menangani fluktuasi demand.
Copyrights © 2025