Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEMAND CHAIN MANAGEMENT PERFORMANCE ASSESSMENT AND STRATEGY DEVELOPMENT OF VIRGIN COCONUT OIL INDUSTRY CASE STUDY: BUMDES BUMI LESTARI Komang Ayu Intan Ginanti; Rachmawati Wangsaputra; Irayanti Adriant
Journal of Industrial Engineering Management Special edition of Seminar Nasional Teknik dan Manajemen Industri 2020
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jiem.v0i0.775

Abstract

Virgin Coconut Oil BUMDes Bumi Lestari has supply chain and demand chain activities. There was an imbalance in oil production which reached 1,000 liters per month with a relatively low sales volume. The aim of this research is to apply demand chain management performance assessment on a Virgin Coconut Oil BUMDes Bumi Lestari, Desa Selemadeg, Kec. Selemadeg, Kab. Tabanan. The method used in this research is performance appraisal with the demand chain operation reference model approach, AHP weighting, OMAX, traffic light system, and SWOT analysis. The results showed that the demand chain management  performance in the BUMDes Bumi Lestari Virgin Coconut Oil business was 6,388 which was in the range of 3.01 ≤ 6,388 ≤ 8.00 (quite good). The results of the SWOT analysis recommend improvements in performance such as maintaining cooperation with suppliers, maintaining cooperation with farmer groups, maintaining the quality of Virgin Coconut Oil, improving customer service, adding workers to manage marketing, improving promotional strategies, optimizing village transportation, differentiating target of fill rates , response time, and average days per schedule change based on customer type, cooperating with the Virgin Coconut Oil derivative product industries, evaluation of customer satisfactions, and cooperating with competitors
Pengendali Model Prediktif Terdistribusi untuk Meningkatkan Ketahanan dan Efisiensi Rantai Pasok Gula Semut Wangsaputra, Rachmawati; Sa'idah, Nur Faizatus; Pangestuti, Monika Windiana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.15

Abstract

Dalam keberjalanannya, sistem rantai pasok Gula Semut menghadapi perubahan level permintaan, tidak sama dengan level permintaan saat perencanaan.  Kemampuan sistem rantai pasok dalam  memenuhi keinginan pelanggan dan tetap efisien dalam situasi permintaan yang berubah-ubah merupakan titik penting menjaga ketahanan rantai pasok.   Metoda Pengendali Model Prediktif Terdistribusi (PMPT) dan Colaborative Planning Forecasting dan Replenishment (CPFR) berpotensi menangani perubahan level permintaan terutama yang bersifat fluktuatif.   Objek penelitian adalah rantai pasok Gula Semut PT Binar Dini Mandiri Indonesia (PT BDMI), berlokasi di kabupaten Banyumas; penghasil kelapa terbesar di provinsi Jawa Tengah.  PT BDMI sering mengalami kerugian karena tidak mampu memenuhi permintaan saat terjadi perubahan.  Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana mengimplementasikan CPFR dan PMPT sehingga kinerja ketahanan dan efisiensi kerja rantai pasok meningkat.  Metodologi meliputi: rumusan masalah, pengelolaan berdasarkan  CPFR dan PMPT, pengujian menggunakan 4 skenario, analisis, kesimpulan.  Pengolahan data dilakukan menggunakan MATLAB 2025 dan Excel Solver.  Ukuran kinerja ketahanan adalah tingkat pemenuhan permintaan sedangkan untuk efisiensi adalah ongkos pengadaan dan ongkos simpan.  Hasil menunjukkan skenario-0 memiliki ukuran kinerja tertinggi dari sisi ketahanan karena  rantai pasok dirancang berdasarkan kemampuan awal, sedang  pada skenario 1-2-3, semakin fluktuatif perubahan  permintaan, kinerja ketahanan  dan efisiensi akan menurun.  Kuantifikasinya perbandingan antar penggunaan PMPT dan tidak menunjukkan bahwa  PMPT memberikan tingkat ketahanan lebih tinggi yang tidak menggunakan PMPT.  PMPT dapat meningkatkan  ketahanan sekitar 9,9 % dan efisiensi kerja sebesar 1,2 % untuk  rantai pasok tetapi saat  perubahan permintaan sangat fluktuatif, tingkat pemenuhan permintaan mulai turun.  PMPT menunjukkan kemampuan  menghadapi perubahan dan juga tetap menjaga efisiensi.  Kesimpulan metoda PMPT terbukti memang  lebih dapat fleksibel menangani fluktuasi demand.