Salah satu permasalahan umum dalam proses pengadaan bahan baku kelapa sawit adalah ketidaksesuaian mutu dan jumlah tandan buah segar (TBS) yang disuplai oleh pemasok eksternal ke pabrik. Permasalahan ini berpotensi menghambat kelancaran produksi serta menurunkan rendemen hasil olahan. Tujuan penelitian ini ialah menetapkan kriteria prioritas serta menentukan peringkat pemasok TBS terbaik di PTPN IV Regional III Sei Pagar. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diterapkan untuk menghitung bobot kriteria dan menyusun peringkat pemasok sedangkan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk menentukan urutan pemasok berdasarkan nilai kedekatannya terhadap solusi ideal. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada enam orang tenaga ahli di perusahaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kepatuhan teknis dan mutu TBS yang konsisten merupakan kriteria paling dominan dalam proses seleksi pemasok. Pemasok plasma berada di peringkat teratas dengan nilai paling tinggi (skor AHP 0,552 dan skor TOPSIS 0,755), diikuti oleh Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) (skor AHP 0,261 dan skor TOPSIS 0,356), dan pihak ketiga (skor AHP 0,187 dan skor TOPSIS 0,261). Implikasi penelitian menjadikan pemasok plasma sebagai pemasok utama yang dipilih. Integrasi metode AHP dan TOPSIS terbukti efektif dalam mendukung proses pengambilan keputusan secara objektif dan sistematis dalam menentukan pemasok TBS.
Copyrights © 2025