Dalam konteks masyarakat Indonesia yang kaya akan ragam dan budaya, memahami toleransi serta sikap yang moderat dalam beragama sangat penting bagi setiap individu. Oleh sebab itu, kontribusi guru agama dalam mengembangkan moderasi dalam beragama sangat penting. Dengan mengimplementasikan moderasi dalam beragama, institusi guruan dapat berfungsi sebagai tempat bagi siswa untuk mengenali dan menghargai berbagai perbedaan, serta hidup secara berdampingan dengan damai dan harmonis meskipun terdapat beragam kepercayaan yang ada. Ini menggunakan metode penelitian literatur, yaitu dengan menghimpun dan meneliti berbagai sumber teori yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan publikasi lainnya yang membahas peran guru agama dalam memfasilitasi moderasi dalam beragama. Data penelitian menunjukkan bahwa pendekatan moderat dalam beragama adalah metode yang bijak dan harmonis untuk menjalani kehidupan spiritual, sambil terus menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta kepentingan kolektif. Para guru agama memiliki peluang untuk mengembangkan moderasi beragama dengan cara mengajarkan siswaan agama kepada siswa secara inklusif, mendorong komunikasi antar pemeluk agama, menekankan pentingnya toleransi, memberikan arahan spiritual, serta mengatur program keagamaan yang dapat diakses oleh semua. Dengan menekankan norma-norma positif yang ada dalam agama serta menciptakan lingkungan belajar yang ramah, para guru agama dapat berkontribusi dalam membentuk siswa agar bersikap inklusif dan moderat dalam praktik keagamaan.
Copyrights © 2025