Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Vol. 6 No. 2 (2025): Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Corruption in Qur’anic Exegesis Articles in Indonesia: A Systematic Literature Review

Misbahul Huda (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

This study maps the development and methodological trends of Indonesian Qur’anic exegesis (tafsīr) research on corruption from 2011 to 2025 using a Systematic Literature Review (SLR). Publications were retrieved from Google Scholar with the keyword “tafsir korupsi”; 35 articles out of over 50 identified met the inclusion criteria and were analysed through focus formulation, data selection, quality assessment, and finding synthesis. The findings reveal three phases: (1) early phase (2011–2015) dominated by terminological tracing of Qur’anic concepts such as ġulūl, suḥt, and sariqah; (2) middle phase (2016–2020) characterised by contextual, tarbawī (educational), and fiqh ta‘zīr approaches; and (3) recent phase (2021–2025) marked by a sharp increase in publications and methodological diversification, including liberation hermeneutics, semiotics, and mufasir-figure analysis. Qualitative literature-based studies and thematic exegesis (tafsīr mawḍū‘ī) remain dominant, whereas interdisciplinary, political-economy, critical discourse, and historical-critical approaches are still scarce. The study recommends broader methodological expansion to enable more relevant Qur’anic responses to contemporary structural corruption. Abstrak Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan dan kecenderungan metodologis penelitian tafsir Al-Qur’an bertema korupsi di Indonesia periode 2011–2025. Kajian ini dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri publikasi melalui Google Scholar menggunakan kata kunci terkait “tafsir korupsi”. Dari lebih dari 50 publikasi yang ditemukan, 35 artikel memenuhi kriteria inklusi, kemudian dianalisis melalui tahap perumusan fokus, seleksi data, penilaian kualitas, serta sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga fase perkembangan. Pertama, fase awal (2011–2015) artikel umumnya berfokus pada pelacakan istilah Qur’ani seperti ġulūl, suḥt, dan sarqah. Kedua, fase tengah (2016–2020) artikel umumnya menggunakan pendekatan kontekstual, tarbawī, dan fiqh ta‘zīr. Ketiga, fase akhir (2021–2025) yang memperlihatkan peningkatan signifikan dalam hal jumlah publikasi dan diversifikasi metodologis, termasuk hermeneutika pembebasan, semiotika, dan analisis tokoh mufasir. Secara umum, penelitian didominasi metode kualitatif berbasis studi literatur dan tafsir tematik. Sementara pendekatan interdisipliner, ekonomi-politik, analisis wacana kritis, dan historis-kritis masih terbatas. Studi ini menegaskan perlunya perluasan metodologi tafsir agar respons Al-Qur’an terhadap isu korupsi lebih relevan dengan tantangan struktural kontemporer.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

izzatuna

Publisher

Subject

Religion

Description

Izzatuna merupakan jurnal ilmiah yang memfokuskan pembahasannya pada Tafsir Al Quran, Kaidah Kaidah Tafsir, Ilmu Ilmu Al Quran, Tajwid dan Qiraat Al Quran, Rasm Usmani dan Living ...